Sunday, 29 January 2006

Chicken Soup for the Preteen Soul 2: Dia Bukan Pacarku


Buku ini ditulis untuk dan oleh praremaja yang mengangkat masalah sehari-hari, misalnya persahabatan, cinta pertama, rasa malu yang tak bisa dihindari, atau sulitnya mengambil keputusan. Kisah-kisahnya antara lain:

  • Ada Ally yang rela kehilangan pesta ulang tahunnya yang meriah, demi membela sahabatnya yang berbeda ras...
  • Ada Collen yang rela mengubah gaya rambut, pakaian, bahkan kepribadiannya, demi menarik perhatian cowok paling keren di sekolahnya. Berhasilkah dia?
  • Ada Leah yang rela mengoperasi giginya demi ingin tampil keren. Untuk sementara, wajahnya tampak idiot dan mulutnya selalu menganga, membuat setiap orang melirik iba ke arahnya. Tapi siapa yang tetap bangga berada di sampingnya?
  • Ada Cynthia yang rasanya ingin ditelan bumi saja! Ibunya tiba-tiba saja masuk ke kelasnya dan memberikan pelajaran tentang seks kepada teman-temannya!
  • Ada Miriam yang anggun dan perfeksionis ternyata mendapatkan adik tiri yang ceria dan "gaul" banget. Bisakah sang adik membawanya keluar dari kesedihan di hatinya?

    Jadi, baca saja buku ini. Biarkan teman-teman kamu mengisahkan pengalamannya yang akan menginspirasikan hari-harimu, membuatmu tertawa, dan melupakan sejenak semua perasaan sedih dan kecewa yang sering menghampirimu.
  • Harry Potter dan Pangeran Berdarah - Campuran


    Harry yang di tahun keenamnya di Hogwarts diangkat jadi kapten tim Ouidditch Gryffindor heran sekali, mendadak Quidditch jadi sangat populer. Banyak sekali anak yang mendaftar ingin masuk tim, bahkan sampai ada anak-anak Hufflepuff dan Ravenclaw yang menyelundupkan. Tetapi seperti kata Hermione.
    "Bukan Quidditch yang ngetop, tapi kau! Kau belum pernah semenarik ini, dan jujur saja, kau belum pernah sekeren ini.

    "...Seluruh dunia sihir harus mengakui kau benar soal Voldemort telah kembali dan bahwa kau telah menghadapinya dua kali dalam dua tahun terakhir ini dan berhasil selamat dalam dua-duanya. Dan sekarang mereka menyebutmu 'Sang Terpilih' - nah, coba tidak bisakah kau melihat kenapa orang terpesona olehmu?"

    Pantas saja gadis-gadis sampai nekat mau memberikan ramuan cinta kepada Harry. Namun Harry tidak memusingkan semua ini. Hanya ada satu gadis yang memenuhi pikirannya. Lagi pula dia sangat sibuk. Tahun ini Dumbledore memberinya pelajaran privat. Mempersiapkannya menghadapi musuh bebuyutannya. Lord Voldemort. Seperti dikatakan Ron. Dumbledore pasti tak akan membuang-buang waktu memberinya pelajaran kalau dia menganggap Harry pecundang - dia pasti berpendapat Harry punya peluang!

    Harry mengira cita-citanya untuk menjadi Auror telah kandas, karena nilai Ramuannya tidak mencukupi. Namun dia keliru. Tahun ini Snape tidak lagi mengajar Ramuan, dan Harry menjadi yang paling pintar dalam kelas Ramuan - berkat bantuan Pangeran Berdarah - Campuran!